Jum’at Pagi (4/1), sepuluh orang khuddam yang berkumpul dalam komunitas gaul GEMA (Generasi Muda Al-Hikmah) akan pergi ke Bandung dengan tujuan silaturrahhim kepada khuddam di Jemaat Bandung Tengah, dan menggunakan motor. Semua hanya berawal dari obrolan iseng yang pada akhirnya mendapat respon positif dari Muballigh Wilayah Priangan Barat (Mln. Asep Saefulloh, yang berdomisili di jemaat Bandung Tengah).

untitled

Setelah beberapa kali berhenti untuk berteduh dikarenakan cuaca yang kurang mendukung (baca: hujan), rombongan tiba di Masjid Mubarak (Bandung Tengah) pukul 08.00. Mln. Asep Saefulloah dan beberapa orang anggota jemaat Bandung Tengah menyambut dengan penuh keramahan. Setelah berbincang dan saling bertegur sapa, mereka menyuguhi kami sarapan pagi. Rombongan pun istirahat sejenak dan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat Jum’at.

Obrolan yang sempat terjeda oleh shalat Jum’at, disambung kembali. Sambil disusul dengan penawaran makan siang oleh mereka. Kemudian, saat perut sudah terasa cukup kenyang, kami pamit untuk berkeliling kota Bandung. Gedung Sate dan Stadion Siliwangi merupakan salah satu dari tempat yang kami tuju. Kala Petang tiba, kami kembali ke Masjid Mubarak yang sering disebut Masjid Pahlawan. Agenda selanjutnya adalah pertandingan futsal persahabatan bersama Banteng Fc (tim futsal Bandung Tengah). Sangat berkesan. Selain hujan lebat pada malam itu, Banteng Fc termasuk lawan yang kuat.

1

Pertandingan berakhir, jamuan makan malam bersama pengurus khuddam Bandung Tengah pun menanti. Obrolan seputar kejemaatan yang dipimpin oleh Qaid Majelis dan Muballigh Wilayah, menjadi agenda selanjutnya.

2

“Kami ucapkan jazakumullah atas kehadiran murid-murid Imam Mahdi, khuddam dari Manislor. Dengan kedatangan khuddam Manislor, kami dapat bertukar pikiran dan bercerita satu sama lain tentang kegiatan kita di jemaat masing-masing. Tentunya selain itu, kami mohon maaf apabila jamuan kami kurang memuaskan. Kami juga bingung, acara ini bisa dibilang dadakan ya, sehingga jamuan kami pun ya hanya bisa seperti ini (dalam) menjamu para murid Imam Mahdi dari Manislor. Insysa Allah, kalau ada waktu, kami akan berkunjung ke Manislor, gantian yang ngejamunya.”, ujar Qaid Majelis Bandung.

3

Malam kian larut, semua istirahat untuk memulihkan kembali stamina untuk esok pagi. Ba’da Shubuh, rombongan langsung tancap gas dan tiba di Manislor pukul 10.00 dengan selamat. Semua hanya berawal dari obrolan iseng, Bandung semakin penuh dengan kenangan akan kebersamaan. Pantas saja semua orang menyebutnya: KOTA KENANG-KENANGAN. (WOH)

Advertisements