Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang suci namun ketika beranjak dewasa dan tua kadang – kadang kecenderungan untuk berbuat kesalahan di hadapan Allah dalam hidupnya dilakukannya. Jatuh bangun seolah – olah proses pencarian kebenaran sejati tak berujung, kecuali Utusan Ilahi. Bila kita persempit, bilangan manusia di lingkungan jemaat manislor potret buramnya akan nampak terlihat. Dalam batasan badan badan misalnya Khudam, Anshor, Nasirat, LI, bila kita belalakan mata belum mencapai idealisme Pendiri Jemaat Ilahi. Indikatornya jumlah yang melaksanakan shalat subuh berjamaah di mesjid dan shalat fhardu lainnya sedikit, belum sebanding dengan jumlah anggota yang ada. Begitupun dengan hal – hal kecil lainnya terkadang anggota masih menciptakan beribu – ribu Tuhan lain dibandingkan dengan Tuhan sebenarnya. Misalnya masih banyak Khudam dan Nasirat sibuk dengan pekerjaannya, facebooknya dan artis pujaannya, Anshor sibuk dengan pertanian dan perdagangannya, LI terlalu sibuk dengan masakannya didapur.

Gerakan Al wasyiat ditawarkan oleh Imam Mahdi kepada manusia yaitu untuk proyek raksasa memenangkan islam kedua kalinya. Gerakan ini membutuhkan dana yang besar. Jika manusia bergabung dengan gerakan ini sejatinya ia berpikir satu visi dengan pendiri jemaat. Secara otomatis selain menginvestasikan hartanya ⅓, ⅟ 10 dijalan Allah, perubahan dirinya untuk bersujud ikhlas akan dilakukan meskipun dengan kesusahan. Sehingga kemenangan islam kedua kalinya akan cepat terwujud karena didalamnya ada financial dan doa dari seluruh anggota. Jadi hal yang sifatnya laghau seperti yang dijelaskan diatas sedikitnya bisa ditekan, ada pengakuan yang kuat dalam dirinya seorang musi – musiah. Tidak menjamin memang seorang musi – musiah sikapnya mulus seperti yang diharapkan Imam Mahdi a.s terkadang lepas kontrol diri. Masih saja ada sepasang suami istri, antar besan sering ada percekcokan gara – gara masalah kecil.

Oleh karena itu pertemuan yang didalamnya membahas Al – Wasyiat mestinya sering dilakukan diberbagai forum. Sehingga orang yang sudah mengikuti gerakan Al – Wasyiat tidak lepas kontrol diri. hendaknya juga orang yang sudah berwasyiat selalu berupaya memelihara dirinya sendiri dengan mengkaji kitab al wasyiat dengan penuh pendalaman. Saat ini di Jemaat Manislor anggota yang mengikuti gerakan Al Wasyiat jumlahnya baru mencapai ± 400 orang diantaranya 20 MKAI, 60 Anshor, 250 Lajnah Imailah dan 60 orang statusnya masih calon musi musiah. Angka itu belum sebanding dengan jumlah anggota yang ada jadi sangat wajar dari segi akhlak anggota Jemaat Manislor belum bisa diharapkan.

Dalam ruang lingkup kecil, Andai saja seluruh badan di jemaat manislor mengikuti gerakan al wasyiat yang tentunya bukan hanya sekedar pengakuan. Maka para pengurus badan – badan  & mubaligh tidak akan kesulitan untuk mengerahkan anggota untuk pergi ke mesjid dan mengikuti kegiatan jemaat. Semoga Allah SWT memberikan karunia kepada anggota Jemaat yang belum menjadi musi musiah supaya bisa bergabung dalam gerakan Al Wasyiat ini, begitupun kepada yang telah bergabung agar Allah SWT memberi kekuatan untuk menjadi manusia yang sempurna di hadapan – Nya.

Advertisements