“Dan janganlah kamu lesu dan jangan pula bersedih dan kamu pasti unggul, jika kamu beriman.” -Al’Imran:140

Hai KITAers! tulisan ini sengaja dibuat untuk refleksi dari hari pahlawan bulan kemarin (10/11). Ketika saya bertanya kepada beberapa orang yang ditemui secara random,  “apa sih pahlawan itu? Apa sih hal atau penjabaran yang ada dipikiran kamu pertama kali?”

Diperoleh beberapa jawaban yang bernada sama. Seperti cuplikan pendapat di bawah ini:

“Orang yang gagah berani” –Puji (NAI, 10th)

“Pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan” –Muspi (LI, 20th)

“Pahlawan itu yang membela negara kaya tentara” –Daus (Atf,12th)

“Orang yang pernah berjuang dengan gagah berani membela kebenaran” –Jevy (LI,22th)

Orang berjasa yang dapat melakukan perubahan besar untuk orang banyak” –Ryan (Kh,18th)

Atau mungkin,  Orang yang kuat? Seperti superman atau spiderman yang selalu bersedia membantu sesama? Orang yang berani membela kebenaran? Seseorang yang berani mati membela negara bangsanya?

Jawaban di atas belum merangkum semua jawaban KITAers ketika ditanya apa itu pahlawan. Well, banyak sekali memang definisi pahlawan. Itu tergantung dari sudut pandang kita melihatnya sehingga bisa disebut pahlawan. Secara etimologi, kata “pahlawan” berasal dari bahasa Sanskerta “phala”, yang bermakna hasil atau buah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

“Pahlawan adalah orang (biasa) yang tidak egois dan selalu berbuat sesuatu yang luar biasa. Penghormatan kepada pahlawan tidak harus selalu dilihat hasilnya, walau gagal sekalipun, namun kemauan kerasnya untuk berbuat sesuatu kepada orang lain akan selalu dikenang.” -SBY

Kita semua adalah pahlawan. Terutama adalah pahlawan untuk diri kita sendiri. Misal, ketika kita akan menghadapi ujian yang susah dan kita tidak mungkin menyontek, ditambah pengawasnya yang killer. Saat itu siapa yang akan membantu kita? Yap, tentunya diri kita sendiri. Tentu untuk membantu diri kita sendiri agar lulus dari ujian yang susah itu, kita akan belajar dengan rajin dan ketika mendapatkan nilai yang bagus siapa kita harus mengucapkan terimakasih? Tentu kepada diri sendiri. Itulah mengapa kamu adalah pahlawan untuk dirimu sendiri. Contoh lain, ketika teman-teman kita mengajak bolos dari jam pelajaran sekolah, tapi kita menolak dan ternyata pada saat itu diadakan kuis untuk menambah nilai ujian. Pasti kita akan berpikir, kalau tadi ikutan bolos pasti tidak akan mendapatkan nilai tambahan. Okesip. Kembali lagi, semua prinsip-prinsip baik yang kamu pegang itu menjadikan kamu sebagai pahlawan, minimal untuk diri sendiri. Jangan pernah takut untuk menjadi diri sendiri dan melawan rasa malas yang sering melekat dalam diri yang acapkali menghambat kemajuan.

Kita juga pahlawan untuk mimpi kita. Kenapa? Karena saat mewujudkan mimpi,  tentu akan banyak sekali rintangan yang menghalangi langkah dan bahkan membuat kita untuk menyerah. Tapi sekali lagi, kita harus menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri. Jadi, ketika kita tidak menyerah pada keadaan dan terus berjuang untuk mewujudkan  mimpi, tidak akan ada bayaran yang sesuai untuk kebahagian, usaha dan kerja keras untuk diri kita sendiri jika mimpi itu terwujud.

KITAers, ada satu lagu yang sangat saya sukai dan menginspirasi saya, terutama ketika saya mulai menyerah menjadi pahlawan untuk mimpi-mimpi saya. Lagunya hero-celine dion. Ada yang tau dan pernah dengar? Dalam liriknya ada kata-kata yang selalu memotivasi saya.

“There’s a hero, if you look inside your heart. You don’t have to be afraid of what you are. There’s an answer, if you reach into your soul, And the sorrow that you know will melt away. And then a hero comes along, with the strength to carry on, And you cast your fears aside, and YOU KNOW YOU CAN SURVIVE. So when you feel like hope is gone, Look inside you and be strong, And you’ll finally see the truth, that a hero lives in you. Lord knows, dreams are hard to follow. But don’t let anyone, tear them away. Hold on, there will be tomorrow. In time, you’ll find the way.”

Gimana KITAers? Liriknya memotivasi kalian jugakah? Selalu ada sosok seorang pahlawan dalam diri kita. Jadi, ketika kita mulai menyerah terhadap sesuatu, ingatlah! Diri kita adalah pahlawan yang sudah disebutkan di awal. Pahlawan identik dengan kuat, tidak mudah menyerah dan berani. Pahlawan itu tak melulu orang yang berseragam atau bersenjata. Ya, itulah KITA! Jangan lupakan itu! Sekian. (LV)

“Meskipun kamu mendapat latihan jasmani yang sehebat-hebatnya, tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah! Kepandaian yang bagaimana pun tingginya, tidak ada gunanya jika orang itu mempunyai sifat menyerah!” –Nagabonar jadi 2

Advertisements