Manislor: (15/02). Sesungguhnya Jemaat Ahmadiyah merasa prihatin terhadap orang-orang non-Ahmadi yang melakukan bai’at (dengan tujuan) hanya karena untuk menghijrahkan dirinya terhadap duniawi saja. Bukan untuk menghijrahkan dirinya terhadap dan karena Allah Subahaanahu wa Ta’ala seutuhnya.

Faktanya, di luar sana banyak remaja-remaja non-Ahmadi yang melirik perempuan dari Manislor khususnya Lajnah Imaillah (LI). Kebanyakan dari mereka ada juga yang menaruh perasaan cinta terhadap salah seorang LI dari Manislor. Namun untuk menikah dengan anggota Ahmadiyah ada syarat tertentu yang telah diatur oleh Nizam (baca: Bai’at), mereka menganggap Jemaat Ahmadiyah ini sebagai penghalang cintanya terhadap LI tersebut. Maka, (sebagian) mereka dengan rasa keterpaksaannya, (mau tidak mau) harus menerima semua persyaratan dari Jemaat Ahmadiyah, terutama bai’at, dan semua itu dilakukannya tak sepenuhnya karena Allah Subahaanahu wa Ta’ala, melainkan demi mendapatkan pujaan hatinya (LI) serta restu dari orang tua LI tersebut. Inilah yang dimaksud bai’atnya karena duniawi saja.

Contoh dari Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi wa sallam:

Kenapa Rasulullah Shallallaahu ‘alayhi wa sallam tidak menikahkan anaknya kepada orang yang jauh (?) Semua dikarenakan Rasulullah ingin menjaga dan lebih mempererat lagi tali silaturrahiim terhadap kerabat-kerabatnya. Rasul itu merupakan menantu dari Abu Bakar dan Usman sekaligus sebagai mertua dari Usman dan Ali. Mereka adalah sahabat-sahabat Rasul. Jadi yang didahulukan oleh Rasul adalah iman dan kekerabatan, seperti halnya kita sesama warga Jemaat adalah kerabat yang bersaudara satu sama lain.

“Sesungguhnya, Apabila dia hijrah karena wanita, maka yang dia dapat hanyalah wanita itu saja. Dan apabila dia hijrah karena Allah Subahaanahu wa Ta’ala,  maka dia akan mendapatkan nikmatnya.” Ujar Mln. Khaeruddin Atmaja k.a

“Nikahlah sesama Jemaat biarpun dia tidak terlalu aktif, setidaknya dia mengenali Jemaat Ahmadiyah. Dan hal yang paling utama yang perlu diingat oleh seorang Khuddam yaitu harus memiliki pekerjaan dan aktif di dalam Jemaat. Itulah kunci utama untuk meyakinkan Lajnah sekaligus keluarganya. Sekalipun penghasilan kecil tetapi memiliki pekerjaan, Insya Allah Lajnah akan menghampiri. Karena jodoh itu G H A I B.” Lanjut Beliau.

Bai’at itu sendiri bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subahaanahu wa Ta’ala  dan menegakan Islam yang sejati khususnya dalam organisasi Islam Jemaat Ahmadiyah. Semuanya dilakukan dengan keikhlasan dan ketulusan hati serta diisi dengan cara berkhidmat di dalamnya. (DM)

Advertisements