Manislor: (05/01) Sabtu malam, Alhamdulillah dengan restu Allah Subhanahu wa Ta’ala, MKAI Manislor dapat melaksanakan kegiatan Malam khudam yang bertempat di mesjid An-Nur yang dilaksanakan ba’da Isya sampai dengan selesai. Acara tersebut hanya dihadiri oleh 30 khudam dari banyaknya khudam di jemaat Manislor.

Acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Bpk Piqi Mansi N, dan dilanjutkan dengan pembacaan janji khudam yang dipimpin oleh Qaid Majelis (Rudi Nurhidayat). “Tabligh” merupakan tema yang dipilih pada malam itu.

Acara pokok dimulai dengan kegiatan bedah buku yang berjudul “Petunjuk Pusat” yang mengulas tentang anjuran Huzur mengenai tabligh. Selama 10 menit keheningan pun menyeruak, kala semua yang hadir tertunduk fokus membaca buku. Banyak pengalaman rohani yang didapat dari buku tersebut. Hal ini dipertegas pada saat salah seorang khaddim yang ditunjuk untuk mengutarakan simpulan dari buku yang telah dibaca.

a

Banyak cara untuk bertabligh dan salah satunya dengan kepribadian dan ahlak, dengan kepribadian dan akhlak seorang Ahmadi yang baik, itu menjadi modal untuk bertabligh. Ahmadi sopan, santun, tutur kata yang baik , disiplin dalam segala hal, serta solidaritas yang tinggi dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam diri seorang Ahmadi, sehingga orang ghair Ahmadi akan memiliki persepsi bahwa orang Ahmadiyah itu baik dan sopan.”  Ujar Ade Jannatul Latif.

Ada juga yang bercerita tentang pengalamaannya pada saat sekolah di lingkungan luar yang lebih heterogen.

“Pertama kali masuk kelas sebelas (baca: 2 SMK), hal yang tak asing lagi yakni kegiatan perkenalan antara murid dengan guru PKN. Pada saat itu, guru sedikit menyinggung tentang asal dan status keagamaan saya. Saya pun (berusaha) meluruskan persepsi beliau terhadap Ahmadiyah. Kian hari, beliau yang tadinya memandang saya dengan sebelah mata, akhirnnya bisa akrab dengan saya.Papar Yoga.

Pukul 21.55 acara diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Pak Endang. Malam pun semakin larut, sebagian khudam yang hadir pada saat itu menginap di Masjid yang dilanjutkan shalat tahajjud berjama’ah.

Dengan diadakannya Malam Khudam, semoga khudam Manislor dapat mempererat silaturrahim, menambah keakraban, serta dapat memupuk rasa keahmadiyahan pada diri tiap khudam Manislor. Semoga.

Advertisements