Alhidayah

Ciledug: Minggu (24/03), kantor Kuwu Desa Pabuaran Kidul sudah disesaki oleh warganya sejak pukul 09.00 WIB. Mereka ingin mendapatkan pengobatan Homeophaty gratis yang diprakarsai oleh Nazim Wilayah Anshar, yang bekerja sama dengan DHN (Departemen Homeophaty Nasional). Pelaksanaan pun diserahkan sepenuhnya kepada Jemaat Ahmadiyah wilayah III Cirebon.

Warga yang mengantri untuk mendapatkan pengobatan gratis, dilatar-belakangi oleh riwayat penyakit yang berbeda-beda. Dan sebagian dari mereka berada dalam kondisi “ELit” (Ekonomi suLit). Mereka ditangani langsung oleh tim medis yang terdiri dari 2 Dokter Umum dan 1 Dokter Gigi. Tim medis tersebut merupakan anggota dari Jemaat Ahmadiyah Cirebon.

Dibantu dengan 2 orang LI yang berada di meja pendaftaran, 3 orang LI di tempat peracikan obat, 2 orang Khuddam, 5 orang Anshar, serta perangkat Desa Pabuaran Kidul. Para Anshar menjelaskan aturan minum obat jenis Homeophaty, yang belum dikenal oleh warga desa Pabuaran Kidul. Pendaftaran ditutup pukul 13.00 WIB dengan total pasien sekitar 250 orang.

Menyisakan rasa syukur yang tiada hingga, ketika melihat masih banyak orang yang kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan. Namun, mereka masih bisa bersenda gurau saat mengantri untuk diperiksa oleh tim medis. Kegiatan ini pun membuat kita lebih peka bahwa masih ada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Terutama dalam segi kesehatan.

Tak selamanya rabtah harus berbicara tentang dalil dan teori. Yang terpenting adalah tabligh dengan akhlak, salah satunya dalam bidang kemanusiaan berupa BakSos (Bakti Sosial). Karena, ucapan yang paling jujur adalah tingkah laku.

Wahai Pemuda Manislor, sudah siapkah kita melaksanakan kegiatan seperti ini di daerah Kuningan? Tak hanya rabtah yang didapat, rasa syukur pun menebal tiada henti. (Vulki)

Advertisements