1

2

Manislor: (13/04) Sabtu malam. Keceriaan terpancar di wajah Athfal dan Nashirat saat mengikuti acara Pekan Madrasah. Acara pembukaan Pekan Madrasah bertempat di Masjid An-Nur, diikuti oleh 142 orang Nashirat dan 100 orang Athfal.

Acara ini dibuka oleh pembawa acara (Ardiansyah Firdaus), dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an (Daus). Kemudian pembacaan syair (Nurini Bashari Putri dan Nina Mulyatunnisa). Diikuti oleh pembacaan janji Athfal (Ketua Athfal) dan janji Nashirat (Irma Solihatun Naimah).

Setelah acara pembukaan selesai dilanjutkan dengan acara pokok yaitu sambutan dari Mln. Khaeruddin Atmaja, yang inti dari ceramahnya adalah pembahasan Q.S Al-Ikhlas. Setelah itu, 10 menit berlangsung diadakan Tanya jawab bersama rekan Athfal dan Nashirat. Suasana pun menjadi lebih hidup saat mereka semangat menjawab peratanyaan yang dilontarkan Mln. Khaeruddin, bagi mereka yang berani dan menjawab pertanyaan dengan tepat diberi hadiah pin yang bertuliskan: Proud To Be Muslim Ahmadi. Mereka terlihat antusias dengan serempak mengakat tangan ketika pertanyaan demi pertanyaan diajukan.

“Semoga kalian itu takut kepada Allah Ta’ala, karena kalian milik Allah Ta’ala dan yakinlah Allah Ta’ala akan memberikan pertolongan kepada kita.” pesan Mln. Khaeruddin dalam menutup sambutannya.

Menulis surat untuk Ayah dan Ibu pun menjadi tema pilihan acara selanjutnya. sebelumnya rekan-rekan Athfal dan Nashirat dibagikan selembaran kertas dan Amplop.

“Ayah, Ibu tolong ajarkan anakmu ini untuk membayar candah dengan uang saku sendiri, dan jangan lupa ya bu, ingatkan anakmu ini untuk pergi ke Madrasah. Terimakasih bu, aku sayang Ibu dan Ayah.” Isi surat yang ditulis untuk disampaikan pada masing-masing orang tua.

Tak kalah menarik saat nonton bareng film yang bertemakan kelas inspirasi, suasana menjadi lebih tenang dan hanya terdengar suara film yang sedang diputar. Mereka pun diajak bernostalgia mengingat kegiatan-kegiatan jemaat yang telah dilaksanakan dan didokumentasikan dalam video documenter.

Setelah selesai menonton, ada beberapa anak nasirat dan athfal yang mengungkapkan cita-citanya. Tak disangka cita-cita mereka sangatlah mulia, salah satunya ingin menjadi Muballigh dan ada juga yang ingin menjadi Sadr Lajnah Imaillah. Subhanallah.

Waktu semakin larut malam, saatnya rekan-rekan Athfal dan Nashirat beristirahat. Tempat tidur yang hanya beralaskan karpet mesjid tak membuat mereka mengeluh. Rasa kebersamaan menghangatkan suasana malam itu.

Tiba waktunya tahajjud berjamaah, meski rasa kantuk yang begitu berat, tetapi tidak mengurangi rasa semangat. Setelah shalat tahajjud dan shubuh, dilanjut dars shubuh yang diisi oleh Mln. Aang Kunaefi.

“Doa orang tua untuk anak-anaknya: Rabbana hablana min azwazina wadzuryatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama. (Q.S Al-Imran), ini adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim 6000-7000 tahun yang lalu dan terbukti makbul. Semakin dewasa seseorang harus semakin taat pada jemaat. Bukan menjadi seperti anak kecil. Ada juga balasan doa untuk orang tua: Rabbana-ghfirli waliwali dayya, walil mu’miniina yaumal yaumul hisab.” ujar Mln. Aang Kunaefi.

Lalu, rekan-rekan Athfal dan Nashirat melanjutkan acara dengan senam pagi hingga pukul 06.00. Acara Pekan Madrasah diakhiri dengan pulang ke rumah masing-masing.

“Pekan madrasah bertujuan untuk mengajarkan kepada Athfal dan Nashirat tentang pengetahuan agama. Selain itu mendidik mereka dalam ketaatan, persaudaraan, dan pengorbanan. Berkompetisi dalam hal keilmuan dan keterampilan.” Ujar Pembimbing Athfal (Fiqi Manshi) saat ditemui di Masjid Al-Barokah.

 

Advertisements