4

5

Manislor:        Minggu pagi (7/04), IGMA menyelenggarakan Kelas Inspirasi yang bertemakan “Profesional Dalam Berkhidmat”. Bertempat di Masjid An-Nur lantai 2. Dimulai sejak pukul 09.00 s/d selesai. Kelas Inspirasi merupakan acara perdana dengan nuansa baru yang ditawarkan oleh IGMA, dimoderatori oleh Ahmad Basyar dan Lika Vulki. Narasumbernya yaitu Mln. Buldan Burhanudin, yang dihadiri oleh Khuddam dan Lajnah yang masih sekolah, khususnya kelas 3 SMP, 3 SMA, dan Mahasiswa.

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh saudara Ahmad Nur Komar, Pembacaan Syair oleh Iwan. Kemudian dilanjutkan dengan Janji Khuddam yang dipimpin oleh Ryan Mubarik Ahmad, dan janji LI oleh Ibu Latifah.

Sesuai dengan nama acaranya, yaitu Kelas Inspirasi. Dimana, Inspirasi sendiri adalah sumber/inti semangat awal, untuk melakukan segala sesuatu. Tentunya setelah iman dan taqwa.

Jelas Mln. Buldan Burhanudin di awal acara, “Cara membangkitkan motivasi (agar muncul inspirasi) dalam membangun pribadi yang tangguh, dengan beberapa cara yaitu:

  • kita jangan membedakan yang sama
  • jangan menyamakan yang beda
  • ada yang harus disamakan
  • ada yang harus dibedakan
  • menghargai perbedaan
  • menumbuhkan persamaan
  • kita harus siap berbeda dengan orang lain
  • orang yang selalu beda adalah orang yang siap.”

“Apa peran kita di dalam jemaat? Amanah, keikhlasan, ketulusan adalah penentu sebuah peran Anda di Jemaat ini. Sekecil apapun peran kita, belum tentu hasilnya juga kecil.” Lanjut beliau.

“Kemudian kita juga suka mendengar tentang cinta, cinta apa yang kalian pilih? Cinta yang menggunakan kata walaupun, ataukah cinta menggunakan kata karena?” Tanya Mln. Buldan kepada para hadirin.

Secara serentak Khuddam dan Lajnah menjawab, “Walaupun”.

“Cinta monyet adalah cinta yang selalu menggunakan kata: Karena. Contoh: Saya mencintainya karena dia tampan/ cantik, karena dia kaya. Sedangkan, Cinta Sejati adalah cinta yang selalu menggunakan kata: Walaupun. Contoh: Saya mencintainya walaupun dia gajinya pas-pasan.” Papar Beliau.

Kesuksesan anda hari ini tergantung mimpi anda di masa lalu, dan Kesuksesan anda dimasa mendatang tergantung mimpi anda dihari ini. Karena orang Besar adalah orang yang bercita cita mulia untuk orang lain, sedangkan orang miskin adalah orang kaya yang hidupnya selalu merasa kurang dan tidak menyukuri apa yang dia punya, sehingga dia rakus.

Miskin itu Nasib, Sederhana itu gaya hidup. Kalimat itulah yang selalu diulang oleh salah seorang moderator.

Janganlah kalian menjadi Ular, tetapi jadilah kalian Ulat. Karena ular setelah beberapa kali berganti kulit tetaplah seekor ular yang berbisa. Sedangkan Ulat, ia selalu melakukan perubahan. Berawal dari Telur, menjadi Ulat, Kepompong, dan barulah ia menjadi seekor Kupu-Kupu (nan elok). Maksudnya, Kalian harus melakukan suatu perubahan, jangan hanya menjadi kalian yang sekarang saja.

3 Kalimat yang disimpulkan oleh moderator: Munculkanlah Motivasi, Ciptakanlah Aspirasi, dan Berikanlah Inspirasi kepada orang di sekitar kita.

 

 

 

 

Advertisements