kt 2

kt 1

(20-21/4) Jemaat wilayah 3 Cirebon melaksanakan kelas tarbiyat yang bertempat di cabang Manislor. Kegiatan ini biasanya diikuti oleh NAI dan Athfal, tetapi kali ini Khudam dan Li dibawah 40 tahun yang berkesempatan menjadi pesertanya. Kelas Tarbiyat wilayah 3 Cirebon ini dihadiri oleh 205 orang dari 5 cabang yaitu Manislor, Sekarmulya, Cirebon, Sadasari. Tema yang diangkat adalah “Nations Cannot be Reformed Without the Reformation of Its Youth”

Acara pembukaan kegiatan Khudam dan Li ini dilaksanakan Sabtu (20/4) di Mesjid Al-Hikmah, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ahmad Nur Komar. Selanjutnya, pembacaan syair oleh Aripin dan Rudi Nurhidayat. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar janji Khudam dan Li yang terdengar begitu hidmat. Kemudian disambung dengan sambutan-sambutan yang diawali oleh Bapak Jojo Mulyono sebagai ketua Panitia, lalu berikutnya oleh Bapak Nurhalim selaku ketua cabang Manislor.

“Saya merasa Senang kalau acara kelas tarbiyat ini bisa dilaksanakan di Manislor, saya berharap semua peserta dapat memanfaatkan acara ini sebagai awal dari perubahan.” Ujar Bapak Nurhalim.

Sambutan terakhir dari Bapak Maulana Burhanudin sekaligus membuka secara resmi acara kelas tarbiyat ini dengan doa. Dalam sambutannya beliau mengatakan, “Acara ini berbeda dengan acara lainnya, acara ini harus menjadi target perubahan untuk generasi muda. Mustahil jika sebuah organisasi akan berkembang jika anak mudanya hanya terdiam. Dan saya berharap acara ini dapat menjadi wadah yang sangat interaktif”.

Dalam pelaksanaannya, kelas tarbiyat ini dibagi 3 kelas, yaitu kelas A untuk peserta SMA, kelas B untuk peserta Perkuliahan, dan kelas C untuk kelas umum. Untuk kegiatannya sendiri diisi dengan “talk show”, dimana semua materi disampaikan oleh Mubaligh se-wilayah Cirebon. Ada 4 materi yang dipaparkan selama 2 hari kegiatan:

  1. Kesadaran akan tujuan sebagai Ahmadi
  2. Menjadi lebih dekat dengan Masih Mau’ud a.s. dan tujuan dibentuknya jemaat
  3. Menjadi Ahmadi yang ihsan & jujur dalam kehidupan sehari-hari
  4. Ideologi Ahmadiyah

“Saya merasa acara sangat baik untuk meningkatkan tarbiyat khususnya LI remaja Putri yang sangat jarang sekali menerima tarbiyat”. Ujar Ibu Khodijah selaku Sek. Tarbiyat LI dalam kesempatan wawancara sebelum acara pembukaan dimulai.

Tibalah pada acara penutupan, Minggu (21/4) di mesjid An-Nur dimana acara ini hampir tidak jauh berbeda dengan acara pembukaan. Yang berbeda adalah ada penyampaian kesan serta pesan dari peserta kelas tarbiyat.

“Saya merasa senang dalam acara kelas tarbiyat ini. Saya benar-benar dididik, saya berharap acara ini bisa dilaksanakan lebih lama”. Ujar Aripin dalam penyampaian kesannya selama mengikuti kegiatan.

Bapak Yusuf Ahmadi selaku AMIRDA Cirebon pun menuturkan, “Generasi kita secara tidak sadar akan dirusak oleh hal-hal yang sangat marak dimasyarakat seperti Narkoba dan penggunaan film yang kurang baik”.

Bapak Mln. Burhanudin juga mengatakan dalam sambutan terakhirnya dalam acara penutupan, “Akan ada perubahan Lajnah dan Khudam jika ada kerja keras, kita semua harus senantiasa mengencangkan ikat pinggang dan ingat bahwa kita jangan pernah mencoreng nama jemaat Ahmadiyah ini, karena Ahmadiyah sudah sangat baik”.

Acara selesai ditandai dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Mln. Buldan Burhanudin.

Setelah penutupan selesai, Ibu Uminah mengungkapkan pendapatnya bahwa peserta yang dapat mengikuti kelas tarbiyat ini masih belum memenuhi target, beliau berharap ke depannya acara ini dapat dilaksanakan ketika liburan, supaya antusias peserta lebih banyak.

“Saya selaku peserta dari cabang Cirebon merasa senang dengan adanya acara ini. Harapan saya untuk kedepannya semua cabang bisa berbaur jadi satu, karena saya merasa masih ada pengelompokan cabang dalam acara ini.” Ujar Yasinda Arafani

Sudah saatnya generasi muda bangkit untuk merubah tatanan dunia. Tidak ada perubahan jika tidak ada niat dari sekarang. Ingat perjalanan 1000 mil itu diawali oleh satu langkah kedepan. Semua tidak aka nada hasilnya jika hanya berucap, kita harus bertindak.

 

Advertisements