Manislor: Minggu (12/05), LI dan Nashirat Ahmadiyah Wilayah III Cirebon telah mengadakan Ijtima daerah yang bertempat di Mesjid Al-Hikmah. Dihadiri oleh 9 jemaat local: 701 LI, 234 NAI, dan 46 Banat.

Acara pembukaan dimulai pukul 08.30 WIB. Hujan tiba-tiba turun membasahi tenda tempat acara berlangsung, sempat panic. Akan tetapi, semua telah teratasi dengan baik dan acara pun tetap berjalan dengan penuh khidmat.

Setelah acara pembukaan selesai, sekitar pukul 10.40 WIB rekan-rekan Nashirat diarahkan untuk berpindah tempat menuju masjid Al-Jihad, sedangakan untuk LI melanjutkan acara di Al-Hikmah.

Sesampainya di Al-Jihad, acara Nashirat diawali kembali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an (Nurini Bashari Putri), kemudian pembacaan janji Nashirat (Irma Solihatun Naimah) dan selanjutnya syair (Nina Mulyatun Nisa dan Nazira Nova R.Q). Acara tersebut dihadiri oleh PPLI. Namun sayangnya, Sadr LI Indonesia tidak dapat hadir dikarenakan ada keperluan lain, tapi itu semua tidak menyurutkan semangat rekan-rekan Nashirat. Adapun amanat Sadr LI yang diwakilkan oleh Mufatis Wilayah III Cirebon (Ibu Anis Rahmat), yaitu:

  • Senantiasa melaksanakan sholat 5 waktu. Mendirikan dan menegakan sholat, sholat itu bagai waktu loncatan bagi orang-orang yang memulainya.
  • Membaca Al-Qur’an setiap hari. “Khayrukum man ta’alama-l qur’aana…..” (sebaik-baiknya kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an) hanya melalui inilah kesucian Islam dapat kita lihat, dan kita pelajari isinya. Huzur pernah berkata: “Al-Qur’an tidak cukup dibaca, tapi harus diaplikasikan dalam kehidupan. Dengan itulah, maka kalian akan mendapat cinta dari-Nya.”
  • Fashion masa kini. Kita tidak perlu mengikuti trend yang tak perlu.
  • Lembaga yang dicanangkan oleh Hz. Masih Mau’ud 100 tahun yang lalu, bertugas untuk menikahkan putra putri kita pada sesama anggota jemaat (Ahmadiyah).
  • Patuh kepada orang tua.

Selesai itu, acara selanjutnya diisi dengan pidato oleh Natasya Rahma. Dalam waktu yang bersamaan pun diadakan lomba MTQ dilantai 2 mesjid Al-Jihad. Pidato yang disampaikan begitu menarik. Buktinya banyak rekan NAI yang antusias dalam bertanya. Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa adzan Dzuhur sudah berkumandang. Acara pun sejenak dihentikan untuk shalat Dzuhur jama’ Ashar. Kemudian dilanjut dengan acara makan bersama. Sekitar pukul 13.00 WIB, tepatnya sesudah selesai makan siang dilanjut dengan acara kuis siapa berani yang diikuti okeh seluruh rekan-rekan NAI. Silvia Berlia sebagai juara pertama, juara kedua oleh Irma Solihatun Naimah, dan juara ketiga diraih oleh Amira Nadita. Setelah rangkaian acara terlaksana semua, rekan-rekan NAI kembali ke mesjid Al-Hikmah untuk melaksanakan penutupan dan pembagian hadiah.

Semoga amanat dari Sadr LI tidak hanya menjadi angin lalu. Kita semua sama-sama berjuang untuk melaksanakan amanat yang diberikan oleh Sadr LI Indonesia, agar menjadi NAI yang shalehah & taat pada nizam Jemaat Ahmadiyah. Senantiasa kekuatan cinta kita dapat terus terjaga untuk menyongsong kemajuan jemaat. Aamiin Allahumma Aamiin.

Advertisements