Oleh sebab itu, bagi diriku dan bagi semua orang yang tinggal di dalam dinding rumahku tidak perlu suntikan. Karena sebagaimana tadi telah kuterangkan, Tuhan Yang memiliki langit dan bumi, semenjak dahulu telah menurunkan wahyu kepadaku, bahwa Dia akan menyelamatkan dari kematian karena wabah tha’un setiap orang yang tinggal di dalam dinding rumahku, tapi dengan syarat bahwa mereka melepaskan semua kehendak untuk melawan, lalu masuk ke dalam lingkungan orang-orang yang bai’at dengan penuh keikhlasan, ketaatan dan merendahkan diri. Lagi dengan syarat bahwa mereka dengan cara apapun tidak bertakabur, melawan, sombong, lalai, congkak dan tinggi hati di hadapan perintah-perintah Ilahi dan utusan-Nya dan akan bertingkah-laku sesuai dengan Ajaran-Nya.

Tuhan berfirman pula kepadaku bahwa, pada umumnya, wabah tha’un yang menghancur-luluhkan itu – dan karenanya orang-orang akan mati terhantar bagai anjing, dan karena derita kesedihan dan kebingungan orang-orang menjadi gila – tidak akan melanda Qadian. Lagi, pada umumnya semua orang dalam Jemaatku, betapapun banyak bilangannya dibandingkan dengan orang-orang yang menentangku akan terpelihara dari wabah tha’un. Akan tetapi, wabah tha’un dapat menjangkiti orang-orang di antara mereka yang tidak menepati janji mereka dengan sepenuh-penuhnya atau karena sebab lain yang tersembunyi tentang mereka, dan hanya Allah yang mengetahui. Akan tetapi pada akhirnya, orang akan mengakui dengan pandangan ketakjuban bahwa secara relatif dan komparatif, pertolongan Tuhan ada di samping golongan ini. Dan demikian rupa Dia telah menyelamatkan mereka dengan rahmat-Nya yang istimewa sehingga tidak ada tara bandingannya. Mengenai hal ini sebagian orang yang bodoh akan tercengang dan sebagian lagi akan menertawakan, sedangkan sebagian lagi akan menyebut aku orang gila. Sebagian lagi akan merasa heran bahwa apakah ada Tuhan serupa itu, Yang tanpa menggunakan sarana-sarana kebendaan pun dapat menurunkan rahmat-Nya?

Untuk menjawabnya ialah, memang tidak diragukan lagi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa serupa itu memang ada. Seandainya Tuhan serupa itu tidak ada, maka orangorang yang mempunyai ikatan tali silaturahmi dengan Dia pasti akan binasa di dalam kehidupan ini.

Wujud Yang Mahakuasa itu ajaib dan kekuasaan-kekuasaan-Nya yang kudus pun ajaib pula. Pada satu pihak Dia membiarkan orang-orang yang menentang (kebenaran) leluasa bertindak keras terhadap sahabat-sahabat-Nya bagaikan terhadap anjing-anjing dan pada pihak lain Dia memerintahkan para malaikat untuk mengkhidmati mereka (sahabat-sahabat-Nya) itu. Demikian pula apabila kegusaran-Nya bangkit dan bersimaharajalela di seluruh jagat dan kemurkaan-Nya bergejolak terhadap orang-orang aniaya, maka mata-Nya memberi perlindungan kepada orang-orang-Nya yang tertentu. Jika tidak demikian keadaannya, maka tugas orang-orang suci akan menjadi kacau-balau dan tidak seorang pun dapat mengenal-Nya.

Kekuasaan-kekuasaan-Nya tidak terbatas, akan tetapi kekuasaan-kekuasaan itu nampak kepada orang-orang menurut kadar  keyakinan mereka masing-masing. Terhadap mereka yang dianugerahi keyakinan serta kecintaan dan yang memutuskan segala hubungan kecuali dengan Dia dan yang dijauhkan dari kebiasaan-kebiasaan memanjakan hawa nafsu mereka, kekuasaan-kekuasaan itu akan nampak secara luar biasa. Tuhan berbuat apa yang Dia kehendaki. Akan tetapi, kehendak untuk memperlihatkan kekuasaan-kekuasaan-Nya secara luar biasa itu hanya bagi mereka yang mau merobekrobek kebiasaan-kebiasaan mereka demi mementingkan Dia. Pada zaman ini amat sedikit orang-orang yang mengenal Dia dan percaya kepada kekuasaan-Nya yang ajaib itu. Kebalikannya, terdapat banyak orang yang sama sekali tidak percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang suara-Nya didengar oleh segala sesuatu, yang bagi-Nya tiada sesuatu yang mustahil.

 

Advertisements