Manislor: Kamis malam (22/08). Seperti biasa, IGMA melaksanakan kegiatan rutinnya di Mesjid An-Nur lantai 2. Kegiatan ini dimulai dari pukul 18.30 WIB (Ba’da Maghrib) dengan mengangkat tema, “Perjuangan Kemerdekaan Indonesia” dan di moderatori oleh Ahmad Basyar selaku ketua IGMA.

Sebelumnya, ditulis nama-nama tokoh atau pahlawan negara Indonesia diantaranya:

  • Ki Hajar Dewantara
  • Soetomo
  • Cut Nyak Dien
  • A Kartini
  • R Supratman
  • Soekarno
  • Fatmawati
  • Hatta
  • Jendral Sudirman
  • Pangeran Diponegoro
  • Fiqi Manshi

Dalam permainan ini, setiap kelompoknya memilih 3 tokoh dan menjelaskan tentang masing-masing tokoh pilihan tersebut.

Dari kelompok Athfal, ”Ibu Fatmawati, beliau adalah orang yang menjahit bendera merah putih”. Ujar Daus. “Ir.Soekarno, beliau adalah presiden pertama Indonesia, sekaligus Bapak Proklamasi.” Lanjut Ata.

Kemudian dari kelompok Nashirat, ”R.A Kartini, beliau adalah pengarang buku Habis Gelap Terbitlah Terang “. Ujar Tanti. Kemudian Ratna menambahkan penjelasannya tentang tokoh yang dipilihnya, “Ki Hajar Dewantara, beliau adalah pelopor Budi Utomo” dan “Fiqi Manshi, beliau adalah seorang guru di SMP Amal Bakti, karena Guru adalah Pahlawan tanpa tanda jasa.”

“W.R Supratman, beliau pencipta lagu Indonesia Raya “. Ungkap Nadila. “Dr. Sutomo, karena beliau perumus Pancasila”. Ujar Iyan.

Tak hanya sampai di situ, diantara penjelasan yang dipaparkan oleh kelompok Athfal dan NAI. Mln. Herdy pun turut melengkapi pembahasan. “W.R Supratman adalah seorang pengikut Ahmadiyah. Para Nasionalis pasti hapal lagu ciptaannya. Beliau dikenal sebagai pencipta lagu Indonesia Raya dan dijadikan sebagai lagu wajib. Beliau lahir di Jatinegara, Batavia. Dengan adanya isu bahwa beliau masuk Ahmadiyah, telah diamini oleh Amir Nasional yaitu Bpk. Abdul Basyit. Selain W.R Supratman, tokoh pahlawan yang menjadi pengikut Ahmadiyah adalah Arif Rahman Hakim. beliau adalah pahlawan Ampera. Selain itu, ada juga tokoh negara sekaligus tokoh Jemaat yang sampai sekarang belum ditemukan jasadnya. Yaitu Ketua Nasional JAI, dahulu beliau pernah diculik dan sampai sekarang tidak tahu dimana jasadnya. Beliau bernama: Raden Muhyidin.

Jangan sekali kali melupakan sejarah. Maka dari itu, kita sebagai generasi muda harus mau mempelajari dan mencari tahu sejarah-sejarah, agar kita menjadi anak yang berilmu dan berwawasan.” Pesan Mln. Herdy.

Waktu pun sudah menunjukkan pukul 20.45 WIB dan acara diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Mln. Herdy.

Advertisements