Manislor: Kamis malam (19/09). Seperti biasa, IGMA melaksanakan kegiatan rutinnya di Mesjid An-Nur lantai 2. Kegiatan ini dimulai dari pukul 18.30 WIB (Ba’da Magrib) yang dimoderatori oleh Diki Abu Bakar. Seperti biasa, sebelum dimulai LI dan Khudam dibagi kelompok. LI/ Nashirat 4 kelompok dan Khudam/Athfal 3 kelompok. Setiap kelompok harus ada perwakilan dari kelas VII (kelas 1 SMP) untuk memberikan Kesan dan Pesan selama mengikuti kegiatan rutin IGMA.

Pertama perwakilan dari kelompok 3 LI/Nashirat, “Setelah kami mengikuti kegiatan IGMA ini kami merasa sudah mendapat tarbiyat tambahan.” Ujar Anisa dan Suci.

“Setelah kami mengikuti IGMA, kami lebih serinh ngumpul bareng dan nonton bareng (bedah video). Pesan untuk IGMA, kalau bisa IGMA jangan di Mesjid terus, kalau bisa mencari suasana baru.”Ujar Diki dan Iyang.

“Dengan mengikuti IGMA kami bisa mengisi waktu luang yang kosong, jadi tidak terlalu sering menonton TV. Pesan untuk IGMA, kalau bisa pilih video yang tidak membuat ngantuk.” Ujar Pipit dan Shanti.

“Saya senang mengikuti IGMA karena pembimbingnya baik-baik. Pesan untuk IGMA LI dan Khudamnya kurang banyak.” Ujar Roy dan Nabil.

Setelah kesan dan pesan dilanjut Games“Permainan IPS SD” yang di pimpin oleh Dadan MHT.

“Kalau saya pergi ke Indonesia, saya akan membawa Jerapah, kalau Anda?” tanya Dadan.

Setelah beberapa pertanyaan di lontarkan, peserta pun menjawab dengan Asal, karena mereka belum mengerti isi permainan itu.

“Kalian pernah SD? Inget pelajaran IPS, Jika saya pergi ke Korea Selatan saya akan membeli Sampeu. Kalau kalian?”. Ujar Ahmad Basyar.

Dan para pembimbing menjawab: Sendok, Sosis, Sambel. Nah, mengapa demikian? Itu karena ibukota Korea Selatan yaitu Seoul, jadi jawabannya pun harus diawali dengan huruf “S”.

Setelah kondisi cair dengan beberapa permaianan, dilanjutkan dengan menonton Video dokumenter yang berjudul ‘Pembuat Jejak’. di dalam Video itu terdapat banyak motivasi, yang bisa dijadikan Inspirasi untuk LI dan Khudam. Moderator pun meminta perwakilan dari Khudam dan LI untuk memberikan kesimpulan dari Video tersebut.

“Yang saya dapat dalam Video itu, membuat saya jadi terinspirasi, saya juga ingin mencobanya (Membuat 100 target dalam hidup). Target saya salah satunya, ingin menjadi Dokter.” Ujar Tanti yang tersipu malu.

“Walau pun saya pernah gagal, tetapi apa yang kita inginkan, kita harus lebih berusaha untuk mencapainya. Dan salah satu target saya, saya ingin ke Luar Negeri.” Harap Diki Abu Bakar.

“Daripada kita mengejar mimpi, lebih baik kita menciptakan mimpi itu. Karena apabila hanya mengejar, lelah terasa dan belum pasti tercapai. Bisa jadi mimpi yang dikejar malah hilang saat kita beristirahat sejenak karena lelah mengejarnya. Tetapi, jika kita menciptakannya sendiri, sama saja kita merancang dan menyusun mimpi bersama Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan yakin. Jadi, catatlah dengan yakin 100 mimpimu di atas kertasagar tidak lupa. Terserah orang mau menertawakan mimpi-mimpi kita. Sampai suatu saat, tulisanmu tentang 100 mimpi akan menjadi coretan-coretan, karena satu persatu telah terwujud. Rancanglah mimpisebanyak-banyaknya, lalu bangun untuk mulai mewujudkannya hingga nyata. Tentunya dengan doa dan usaha yang penuh keyakinan.” Tukas Lika Vulki yang memimpin nobar malam itu.

”Ketika kita mendengarkan sesuatu, janganlah kita langsung menantangnya. Hendaknya kita mempertimbangkannya.” Ujar Mln. Herdy menutup acara.

Tak terasa waktu sudah semakin malam, kegiatan rutin IGMA segera ditutup dengan Doa yang dipimpin oleh Mln. Herdy.(Riyah)

 

Jika kalian ingin kajian ayat-ayat Al-Qur’an,latihan bicara di depan orang banyak tanpa grogi, nobar dan bedah video, panel diskusi seputar Jemaat, konsultasi seputar permasalahan yang dihadapi di Sekolah tentang tuduhan-tuduhan atau kesulitan menjawabnya, Marilah bergabung dan datang dalam kegiatan rutin IGMA. Temukan solusinya hanya satu malam: Kamis malam Jum’at dari jam 18.30 WIB (ba’da Maghrib) sampai selesai.Setiap kesulitan selalu ada kemudahan jika diselesaikan bersama. Jazakumullah ahsanal jaza.

 

Advertisements