Manislor: Kamis malam (03/10). Seperti biasa, IGMA melaksanakan kegiatan rutinnya di Masjid An-Nur lantai 2. Kegiatan ini dimulai dari pukul 18.30 WIB (ba’da Maghrib) yang dimoderatori oleh Ahmad Basyar.

“Siapa yang pernah mengirim surat untuk Huzur?” tanya moderator. Satu persatu LI dan Khudam pun mengacungkan tangan untuk menceritakan tentang surat yang pernah dikirimnya.

“Dalam isi surat saya, saya meminta (doa untuk) kesehatan keluarga, saya ingin (didoakan agar) pintar, lebih rajin lagi, dan dawam shalat. Saya juga ingin (didoakan) menjadi LI terbaik serta mendapat khudam terbaik. Setelah saya mengirimkan surat itu, beberapa bulan kemudian saya mendapat balasan, dan isi balasan surat itu yang berintikan Kamu jangan lupa untuk berdoa dan jangan pernah meninggalkan shalat.” Ujar Nuni

“Bagaimana cara penulisan dan apa yang harus dilakukan sebelum membuat surat?” tanya moderator.

“Pertama, kita pikirkan dulu tentang konsep dan apa yang kita akan sampaikan. Kedua, membuat kalimat sendiri. Ketiga, mengirim ke pos yang beralamat @londonFax.” Jelas Nova.

“Biasanya di Cirebon, banyak orang yang berdatangan ke kuburan Wali Songo, banyak orang yang meminta kepada kuburan tersebut, nah apabila kita meminta doa kepada Huzur, apa kita sama saja seperti mereka yang meminta pada kuburan Wali Songo ?” tanya Lala

“Tidak. Bedanya kita dengan orang lain yaitu kita memintanya pada orang hidup sedangkan mereka memintanya kepada orang mati, karena apabila kita meminta kepada orang hidup Doa itu masih bia di dengar oleh Allah, sedangkan apabila meminta Doa kepada orang yang sudah meninggal, apa Doanya bisa didengar oleh Allah? Seharusnya orang yang masih hidup seperti kita ini, yang mendoa kan mereka (orang yang sudah meninggal). Bukan kita yang meminta doa kepada mereka.” Jawab Mln. Khaeruddin Atmaja.

“Apa bedanya kita meminta doa kepada Huzur, dengan para ghair Ahmadi yang meminta doa kepada Ulama?” tanya Lika.

“Wakil Allah adalah Khalifah, beliau berdoa dan bersujud itu lama. Ketika banyak orang yang meminta doa, jangan hanya mengandalkan doa saja. Karena doa harus disertai dengan usaha orang itu sendiri.” Mln. Khaeruddin kembali menjawab.

“Bagaimana cara Huzur mendoakan? Apakah satu persatu?” tanya Ahmad Basyar.

“Yang jelas beliau selalu mendoakan kita, Beliau selalu membaca dan membalas surat dari Jemaat Ahmadi sedunia, karena Cintanya Beliau lebih besar dibandingkan kita kepada Beliau. Dimana pun Beliau berada, Beliau selalu membawa surat-surat kita melalui Email, Fax, dan lain-lain.” Jelas Mln. Khaeruddin.

Biasakan dalam membuat surat sebaiknya :

  1. Memakai kata Bismillah
  2. Alamat Lengkap
  3. Kepada yang mulia Khalifatul Masih V (lima)
  4. Perkenalkan Nama
  5. Inti dari surat (sesingkat mungkin)
  6. Penutupan
  7. Gunakan Bahasa Inggris

 

Tak terasa waktu pun semakin malam, dan kegiatan rutin IGMA ditutup dengan Doa yang di pimpin oleh Mln. Khaeruddin. (Riyah dan Nisa)

Advertisements