Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dengan minyak goreng. Sedangkan minyak goreng yang kita konsumsi saben hari tersebut belum tentu menyehatkan bahkan bisa jadi malah membawa petaka, mengapa demikian? sebab kondisi minyak yang kita buat menggoreng merupakan minyak bekas atau lebih populer dengan nama minyak jelantah.
Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang dipakai berkali-kali untuk menggoreng, serta umumnya berwarna jadi kehitaman. menggunakan minyak jelantah untuk menggoreng beresiko buat kesehatan. Didalam kehidupan sehari-hari, bila kita beli makanan atau gorengan, mungkin minyak yang dipakai yaitu minyak jelantah.
Pemakaian minyak goreng dengan berulang adalah perihal yang biasa ditemukan pada warung-warung atau pedagang kaki lima untuk menggoreng dagangannya, contohnya pedagang gorengan, tahu, ayam goreng, dan sebagainya. untuk membedakan minyak jelantah dengan minyak yang layak dikonsumsi anda tengok saja pada waktu pedagang menggoreng dagangannya, bila minyaknya telah hitam, tentu mereka menggunakan minyak jelantah.
Minyak goreng yang belum dipakai tersusun atas asam lemak tidak jenuh atau asam lemak yang memiliki kandungan ikatan rangkap. derajat ketidakjenuhan minyak menyusut bersamaan pertambahan suhu apalagi pemanasan bisa mengakibatkan rantai-rantai asam lemak putus jadi radikal-radikal bebas yang beresiko untuk kesehatan.
Dari penelitian yang dilakuan pada pemanasan yang ada pada minyak ( yang belum dipakai ) selama 30 menit dengan suhu diatas 125 derajat celcius bisa mengakibatkan timbulnya senyawa-senyawa baru yang beracun untuk tubuh dari pemutusan rantai-rantai asam lemak. di antara senyawa yang beracun yakni trans 2-hidroksil oktenal ( hne ). senyawa ini amat beresiko dikarenakan mudah diserap oleh tubuh serta bersifar racun ( toksit ) pada biomolekul-biomolekul didalam tubuh layaknya dna serta protein. disamping itu pemanasan terus-terusan terhadapat minyak bisa membuahkan juga sebagian senyawa lain yang berbentuk toksit pada tubuh yaitu 4-hifroksihekseksal, 4-hidroksioktenal serta hepta 2, 4-dienal.

Di bawah ini adalah sebagian panduan yang patut anda cermati sebelum membeli minyak :
– Minyak jelantah warnanya kuning agak kemerah – merahan, sedang minyak curah asli berwarna kuning.
– Minyak curah yang datang dari minyak jelantah agak cair serta tidak kental layaknya minyak curah asli.
– minyak jelantah tidak berbuih, langkahnya pada waktu anda beli minyak anda kocok – kocok minyak terlebih dulu, apabila ada buih-buih berwarna putih maka bisa dipastikan itu minyak curah asli.
– Pada minyak curah jelantah berbau kurang fresh, namun pada minyak curah asli tidak berbau sedikitpun.

Berapa kali minyak jelantah masih aman untuk di gunakan?
Sebenarnya tergantung dari bahan yang digoreng, minyak goreng serta suhu penggorengan. semakin tinggi suhu penggorengan, semakin memperpendek masa penggunaan. Namun, sebenarnya minyak goreng sudah tidak layak di pakai setelah 3 sampai  4 penggorengan (ingat! lebih baik menggoreng dengan makanan yang sama seperti menggoreng “ikan” maka seterusnya sampai penggunaan 3 kali harus menggunakannya lagi untuk menggoreng “ikan”).

Oleh sebab itu, perhatikanlah agar jangan digunakan berulang- ulang. walaupun berbahaya bagi kesehatan, minyak ini dapat digunakan sebagai bahan bakar biodisel melalui reaksi transesterifikasi. Bahkan hasil penelitian menyatakan minyak jelantah lebih ramah lingkungan dari pada solar.

Advertisements