Dari sudut pandang Organisasi, Lajnah Imailah merupakan perkumpulan dari wanita Ahmadi yang didirikan oleh Hazrat Khalifatul Masih II R.A pada tahun 1922. Kini LI di Manislor dipimpin oleh Ny. Siti Kamilah. LI Manislor setiap waktu menunjukan adanya peningkatan, walau pun target belum mencapai 100%. Kadang kala keaktifan LI mengalami fluktuatif (naik-turun). Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya di bidang tarbiyat; khususnya tarbiyat keluarga yang lemah. Madrasah pun bertanggung jawab dalam pendidikan para Nashirat dan Athfal, untuk membentuk generasi aktif di masa depan. Namun pendidikan yang mereka jalankan di Madrasah dan Jemaat, tidak akan berarti apa-apa jika orang tua dan keluarganya tidak mendukung.

LI aktif tidak muncul begitu saja secara simsalabim, tetapi LI yang aktif merupakan produk dari pembinaan efektif yang dijalani di masa Nashirat. Untuk itu Tarbiyatan LI atau lebih dikenal dengan Muawwanah, perlu ditingkatkan kualitasnya. Orang datang ke majlis untuk mendapatkan ilmu dan keberkahan, bukan hanya duduk dan mengobrol yang tanpa arti, sehingga pelanggaran masih tetap ada.

Jika untuk jemaat kita mampu mengorbankan dari penghasilan (harta) yang kita miliki setiap bulannya, tetapi ‘mampukah kita mengorbankan waktu setiap bulannya untuk jemaat?’ Sudahkah kita berpikir demikian?

Para pengurus dan anggota harus selalu (saling) memberikan himbauan tentang tarbiyat, sebab tarbiyat merupakan dasar dari program-program yang lainnya. Sehingga masing-masing pihak saling mendukung dalam pembinaan generasi jemaat mendatang.

Para pengurus telah mengupayakan berbagai cara untuk dapat meningkatkannya. Ada banyak perencanaan-perencanaannya, “ingin sukses, dengan meningkatkan ketakwaan. Itu tugas yang paling utama” demikian harapan Ketua LI Manislor, karena visi beliau adalah ‘Meningkatkan Ketakwaan Para Anggota’. Ada pun langkah perbaikan yang diambil oleh Ny. Siti Kamilah, kembali melanjutkan program-program dari Ny. Latifah, yang sebelumnya dikaruniai jabatan sebagai Ketua LI Manislor.

Dari kinerja kepengurusan, pengurus harus mampu menjadi figur yang baik untuk anggota yang lain; dari sikap, perilaku serta tindakan; yang selalu dinilai oleh anggota, juga program yang perlu ditingkatkan kualitasnya.

Potensi yang dimiliki oleh LI Manislor begitu banyak. Anggota LI Manislor adalah anggota yang kritis, mereka sudah mampu berpikir secara baik. Akan tetapi, yang sangat diharapkan adalah menjadi anggota yang taat. Sebab masuk dalam jemaat ini merupakan sebuah karunia dari Allah Ta’ala. Sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat).

LI yang masih menempuh jenjang pendidikan formal juga memiliki potensi yang bagus. Penanaman kecintaan kepada jemaat harus dimiliki. Jika LI dalam lingkungan jemaat maka jemaat tidak akan lepas dari mereka, jika lengah dari jemaat maka dampaknya LI tersebut tentu akan menjauh. Jika sudah seperti ini, kita cari tahu mengapa dia tidak aktif dan usaha kita adalah menariknya kembali ke dalam jemaat. Maka dari itu, kecintaan kepada jemaat harus ditanam sejak kecil, dan memupuknya. Sehingga dapat berkembang dengan baik, (InsyaAllah) jemaat tetap berada di hati mereka.

Ketua LI berpesan “jangan pernah menjauh dari jemaat, belajar mencintai jemaat dari kecil, bekerja dengan tulus untuk jemaat”

Mari kita abdikan hidup kita, waktu kita, harta dan anak-anak kita demi kepentingan jemaat dan agama, semata hanya untuk mencapai ridha Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Advertisements