Minggu siang (25/01/2015) pemuda Manislor menorehkan sejarah yang dimana beberapa tahun ini organisasi kepemudaan desa vakum setelah terjadi konflik.

Lakpesdam NU : Kader Damai dan Karang Taruna Manislor ‘Jembatan Penghubung’ Di Tanah Konflik

Para pemuda Manislor berkumpul di gedung serbaguna Desa Manislor, baik itu di pihak ahmadi maupun non ahmadi sekitar 50 orang. Acara ini di mediatori oleh Lakpesdam NU dari Indramayu, perwakilan Kapolsek Jalaksana dan Kepala Desa Manislor.

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari program PNPM Peduli yang direalisasikan oleh pemuda NU, yang bertema ‘Workshop Pembentukan Kader Damai’. Acara ini beragendakan pembentukan Karang Taruna dan Penanganan Konflik, sebelum agenda tersebut dimualai, ada perwakilan Kapolsek Jalaksana yang memberikan respon baik dalam acara ini, “Kalau menurut bahasa kepolisian kondisi Manislor saat ini aman dan kondusif, jadi dengan adanya kegiatan ini, pemuda Manislor bisa bertukar pikiran dan bersatu.” Ujar Jepta Borang selaku perwakilan Kapolsek. Selanjutnya beliau memaparkan program – program Kepolisian di Negara Indonesia.

Organisasi kepemudaan Karang Taruna di Manislor ini jarang terlihat ada kegiatan atau bisa dibilang tidak ada sama sekali kegiatan dan bahkan susunan organisasinya tidak tahu siapa. Yang harusnya di setiap desa ada organisasi semacam ini, tetapi beberapa tahun ke belakang tidak ada kegiatan. Padahal kita (khususnya) pemuda dan pemudi hidup berdampingan dan hidup bersosialisasi.

Sebelum acara yang di mediatori pemuda NU, ada beberapa pemuda Manislor baik dari ahmadi dan non-ahmadi yang sudah tidak tahan dengan kondisi Manislor yang terlalu senjang. Padahal kita ditakdirkan hidup bersosial. Maka ketika ada kegiatan seperti ini, sudah tidak ada lagi kecanggungan saat berdiskusi.

Sebelum agenda pemilihan susunan organisasi karang taruna, dipilih dahulu susunan Kader Penanganan Konflik. Pemilihan ini dilakukan secara voting suara dan suara terbanyak itu adalah saudara Akhdi dari Non ahmadi dan wakilnya saudara Arifin Ahmad atau Kang Ifin. Setelah pemilihan, semua pemuda Manislor yang hadir menandatangani pernyataan yang berisi tentang tugas pemuda Manislor untuk menangani konflik di Manislor.

Kemudian, dilanjutkan dengan pembentukan organisasi kepemudaan Karang Taruna Desa Manislor. Sama halnya pemilihan kader penanganan konflik, pemilihan ini dilakukan secara voting dan suara yang terbanyak di raih oleh Saudara Muhamad Abdulloh (Ahmadi) dan wakilnya saudara Ardiansyah (non-Ahmadi).

“Semoga bukan hanya ketika acara ini saja kita dapat berkumpul untuk bertukar pikiran, tapi kita harus selalu koordinasi agar Manislor selalu aman dan kondusif karena pemuda adalah penerus dan penggerak untuk kedepannya.” Ujar Muhammad Abdulloh selaku ketua Karang taruna terpilih.

Sekitar pukul 16.00 WIB acara selesai, yang diakhiri dengan foto bersama para pemuda Manislor. Semoga Karang Taruna ini bisa menjadi “jembatan penghubung” antar pemuda Manislor dan seluruh warga Manislor dalam meminimalisir konflik dan kesenjangan sosial. Sekian. (Abe)

Advertisements