Manislor: Jum’at sore (30/01/2015) dengan cuaca hujan, khudam Manislor menunggu para mahasiswa – mahasiswi dari Indramayu untuk berkunjung ke warga Ahmadiyah Manislor. Para mahasiswa dari Indramayu ini ingin tahu tentang kehidupan warga dan Jema’at Ahmadiyah. Mahasiswa dan mahasiswi tersebut bernaung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Acara ini bisa di sebut Live In karena mereka menginap dan berkomunikasi dengan warga Ahmadiyah Manislor.

Setelah mahasiswa Indramayu datang dengan keadaan basah kuyup karena kehujanan, khudam Manislor mengantarkan mereka ke penginapan warga untuk istirahat dan beradaptasi juga dengan pemilik rumah tentang kehidupan mereka di jemaat. Acara ini diikuti oleh 32 mahasiswa Indramayu dari berbagai perguruan tinggi.

Dilihat dari jadwal mereka, ini merupakan kegiatan safari yang sebelumnya ada kegiatan di Indramayu, kemudian ke Manislor, dan selanjutnya ke Sunda Wiwitan (Cigugur). Tujuan kegiatan ini agar dapat mengetahui sebenarnya dari organisasi itu sendiri bukan dari orang lain ataupun media – media yang lainnya dengan cara turun langsung ke pemukiman yang dituju.

Acara dimulai setelah makan malam, bertempat di Masjid Al-Hikmah. Diisi dengan pengenalan mahasiswa dan ‘apa dan bagaimana Ahmadiyah’ yang dipresentasikan oleh Mubaligh Wilayah (Mln. Nasiruddin Ahmad). Beliau menjelaskan tentang Ahmadiyah dari segi keorganisasian, sejarah, sistem Candah, dan seterusnya. Beliau pun memfasilitasi sesi tanya jawab.

“Banyak orang di luar sana yang mengkafirkan Ahmadiyah, tetapi saya biarkan saja. Karena apapun agama kita, saya selalu meyakini bahwa orang yang mulia di mata Tuhan adalah mereka yang senantiasa memberikan manfaat untuk semua umat-Nya, tidak memandang apapun’.” Ujar Hendrik selaku ketua PMII, di sela acara sebelum para peserta Live in pulang ke penginapan pukul 22.00 WIB.

Pukul 07.00 WIB, para peserta Live in makan pagi dan mengobrol dengan para khudam Manislor. Tepat pukul 08.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing dengan AMSA (Assosiation Muslim Student Ahmadi) atau para mahasiswa Jema’at Ahmadiyah. Sharing tentang keorganisasian AMSA dan segala kegiatannya, begitupula sebaliknya dari pihak PMII. Pertanyaan demi pertanyaan mereka dengan rasa penasaran akan Jema’at Illahi ini. Dan acara sharing pun diakhiri dengan foto bersama,sebelum PMII melanjutkan safarinya ke Sunda Wiwitan (Cigugur).

“Istilah kalau ada tamu itu mesti dihormati dan dilayani dengan baik, istilah itu telah diwujudkan oleh warga Jemaat Ahmadiyah di Manislor ini, karena mereka sopan terhadap kami dan selalu melayani dengan baik.” Ujar salah satu mahasiswa PMII di sela kesan dan pesannya.

Ada orang-orang yang mengetahui tentang Jema’at Ahmadiyah ini lewat kata orang yang kebenarannya masih diragukan, tetapi banyak juga cendikiawan dan mahasiswa yang ingin tahu sendiri dari warga Jemaat-nya dan berusaha mempelajari kehidupannya. Dengan sifat yang diajarkan pendiri Ahmadiyah (Hz. Mirza Ghulam Ahmad alayhissalaam) kepada kita, yaitu selalu menghormati tamu, sopan dan ramah dengan semua orang, dan menebarkan cinta untuk semesta. Tak perlu menyampaikan dalil untuk tabligh. Tabligh yang paling berpengaruh besar adalah tabligh akhlak. Karena Akhlak yang baik adalah wujud nyata dari dalil itu sendiri. Sekian. (Abe/Diki)

Advertisements