Dalam kehidupan sehari-hari seringkali selalu berhubungan dengan warna atau bermasalah dengan warna.

Warna merupakan pembeda dari setiap tanda yang melekat pada bentuk atau pada suatu barang jadi maupun setengah jadi. Warna adalah sebuah tanda, karakter, nilai, bagi sebuah bentuk. Setiap warna memiliki muatan-muatan, berat, ringan dan rasa yang berbeda pula. Bahwa warna dapat memberikan suasana, nuansa, pembeda dan karaktet pada sebuah keadaan. Warna dapat menghipnotis, mempengaruhi secara sadar apabila warna tetsebut memiliki nilai sejarah, arti dan harapan bagi setiap individu maupun kelompok. Saat bangun pagi saya mencoba untuk menghirup udara segar, ternyata ada bangkai kupu-kupu yang tetgeletak, heran dan kagum, “Subhanallah” dalam hati saya berkata ternyata teori warna sudah diisyaratkan lewat serangga yang namanya kupu-kupu, ternyata pada kupu-kupu tetsebut terdapat warna dasar dalam teori warna yang sering muncul dalam ilmu seni rupa yaitu nirmana/dwimatra.

Islam Mengajarkan Menghormati Perbedaan, Seperti Warna-Warni Kehidupan

Warna kupu ini terdiri dari bagian sayap merah dan kuning, pada bagian kepala terdapat warna biru.

Uniknya warna dasar pada kupu-kupu.

Islam Mengajarkan Menghormati Perbedaan, Seperti Warna-Warni Dalam Kehidupan

Warna dasar dalam seni rupa yaitu merah, kuning, dan biru

Buku diatas adalah materi yang membahas madalah warna. Keduanya sangat mirip. Sunnatullah/gejala alam/alam dan isinya, termasuk kupu tersebut adalah sebuah pengantar ilmu rupa yang diisyaratkan. Ini adalah pendapat pribadi, boleh dikritik untuk menambah khazana keilmuan dalam seni rupa. Semoga bermanfaat, dan terima kasih.

Advertisements